Selasa, 1 April 2008 | 08:54 WIB ( kompas.co.id )
JAKARTA,SELASA - Implementasi penurunan tarif interkoneksi berbasis biaya mulai berlaku Selasa, 1 April ini. Artinya, mulai hari ini seharusnya tarif seluler di Indonesia sudah mulai turun. Pelanggan seluler dapat menikmati tarif seluler yang lebih rendah dari biasanya.
Interkoneksi adalah keterhubungan antar jaringan telekomunikasi originasi maupun terminasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda. Pemerintah pada 4 Februari 2008 lalu, menetapkan tarif baru interkoneksi berbasis biaya, yang berimplikasi penurunan tarif seluler antara 20-40 persen, sedangkan tarif telepon tetap antara 5-20 persen. Penurunan tarif interkoneksi sekitar 20-40 persen merupakan salah satu komponen dalam menentukan tarif pungut atas layanan telekomunikasi kepada pelanggan.
Beberapa operator sejak awal-awal sudah mengindikasikan kesiapannya untuk menurunkan tarif ritel mereka. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) disebut-sebut akan menurunkan tarif ritel seluruh layanan rata-rata sekitar 20 persen. "Tarif telepon akan turun rata-rata 20 persen, untuk semua jenis layanan seperti tarif seluler (Telkomsel), telepon tetap nirkabel (FWA/Flexi)," kata Direktur Enterprises and Wholesale Services Telkom, Arief Yahya, beberapa waktu lalu.
Sementara PT Excelcomindo Pratama (XL), menurut sang Dirut Hasnul Suhaimi, tarif rata-rata XL tahun 2008 ini diturunkan menjadi sekitar Rp 400 per menit, lebih rendah dibanding tahun 2007 yaitu Rp 540 per menit. Pada tahun 2006 rata-rata tarif XL Rp 880 per menit, tahun 2005 rata-rata Rp 1.160 per menit, dan tahun 2004 rata-rata Rp 1.560 per menit.
ITU - 2005 - Mobile Prices
Sort By Voice Tariff
-------------------------------------------------------------
Voice Tariff Ranking By Country
Voice Tariff Voice Tariff
Peak Off Peak
--------------------------------------------------------------
1 Sierra Leone 17,812 15,368
2 Kuwait 13,809 13,809
3 French Polynesia 9,761 9,761
4 Fiji 9,154 9,154
5 Switzerland 8,052 6,722
6 Seychelles 7,021 3,511
7 Cote d'Ivoire 6,879 3,440
8 Japan 6,738 6,738
9 Austria 6,662 3,527
10 France 6,466 6,466
170 Indonesia 1,054 733
195 Hong Kong, China 363 363
Selasa, 01 April 2008
Tarif Selluler Turun Bro !!!
Jumat, 28 Maret 2008
Good Luck Boss Besar
Ditengah gegap gempita pengembangan ICT di Indonesia, pada hari Kamis,
tanggal 27 Maret 2008, telah dilakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab)
Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, dari Bapak Gatot HP
kepada Bapak Agus.
Selanjutnya, pak Gatot akan menduduki Jabatan yang baru menjadi Direktur
Southeast Asian Minister of Education Organization Regional Open Learning
Centre.
Banyak yang telah beliau lakukan selama menjabat pada beberapa jabatan.
Masih teringat jelas, sewaktu menjabat sebagai Direktur Dikmenjur sejak
tahun 1999, maka dibentuklah komunitas maya dalam bentuk mailing list
Dikmenjur, yang sampai saat ini jumlah anggota sudah diatas 5000 orang
dengan jumlah pesan rata-rata 500-600 pesan per-bulan.
Juga dengan program-program Jaringan Internet (Jarnet), Jaringan Informasi
Sekolah (JIS), WAN Kota dan ICT Center. Seluruh program ini terus menjadi
salah satu pondasi keberhasilan ICT dalam dunia pendidikan saat ini.
Sewaktu beliau menjadi Kepala Biro Perencanaan dan KLN, hanya dalam waktu 2
tahun, berhasil menyusun dan menjalankan 2 buah program, yang sebelumnya
"dilirik" saja tidak pernah, karena selalu dianggap "mustahil" dan "susah",
yaitu menghubungkan seluruh wilayah Republik Indonesia melalui progran
Jardiknas dan menyusun basis data pendidikan secara lengkap dan terbuka
melalui program Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
Di tempat yang baru, semoga pendidikan Jarak Jauh yang dicita-citakan oleh
pak Gatot, dengan harapan terbentuk 1 Juta Mahasiswa baru yang mampu kuliah
dan belajar dengan "mudah, murah, dan berkualitas" dapat segera terwujud.
Tidak salah apabila beliau dijuluki "Bapak Pejuang IT Pendidikan di
Indonesia."
--
Best Regards
Khalid Mustafa
Bagian Sistem Informasi
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
Setjen, Depdiknas, Jakarta
